Equity Finance Sasar Pembiayaan UKM di Gianyar

Equity Finance Sasar Pembiayaan UKM di Gianyar

Kamis, 16 November 2017 14:06 WIB

Presiden Direktur PT Equity Finance Indonesia Hartono Gandasutedja ketika membuka kantor perwakilan perusahaan pembiayaan itu di Gianyar, Bali. (Antara Bali/Dwa/wdy/2017)
Gianyar (Antara Bali) – PT Equity Finance Indonesia membidik pembiayaan untuk segmentasi usaha kecil menengah (UKM) di Kabupaten Gianyar, Bali, karena daerah setempat memiliki potensi yang besar dalam pengembangan usaha di antaranya industri kerajinan dan tekstil. “Kami berharap dapat menggerakkan dan mengembangkan usaha kecil menengah sejalan dengan upaya pemerintah membantu UKM untuk berkembang,” kata Presiden Direktur PT Equity Finance Indonesia Hartono Gandasutedja ketika membuka kantor perwakilan perusahaan pembiayaan itu di Gianyar, Bali, Kamis. Pihaknya mulai gencar mengenalkan produk pembiayaan dan fasilitas lainnya kepada masyarakat di daerah itu khususnya yang bergerak di sektor UKM. Selain pembiayaan untuk UKM, perusahaan penyedia jasa keuangan yang berdiri tahun 1996 itu juga menyasar pasar pembiayaan multiguna di antaranya untuk biaya sekolah, pernikahan, renovasi rumah, umrah hingga liburan. Untuk tahap awal, pihaknya menargetkan dapat mengucurkan kredit kepada pelaku UKM termasuk multiguna di kabupaten yang dikenal dengan “Bumi Seni” itu sebesar Rp8-10 miliar. Hartono optimistis dapat membidik pangsa pasar di Gianyar karena dari sisi syarat pengajuan pembiayaan diklaim mudah dan proses persetujuan maksimal dua hari kerja dengan total nilai kredit yang bisa dikucurkan kepada pelaku UKM maksimal Rp1 miliar serta bunga yang kompetitif. Sebagai salah satu destinasi pariwisata di Pulau Dewata, Kabupaten Gianyar memiliki posisi strategis baik dari sisi geografis, ekonomi dan lalu lintas wisatawan. Begitu juga dengan pertumbuhan UKM di daerah setempat yang menggeliat sehingga potensi penetrasi pembiayaan yang bisa disalurkan kepada mereka juga cukup besar. Hartono mengutip data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar yang menyebutkan industri mikro kecil dan kerajinan di daerah setempat tahun 2016 tumbuh mencapai 23.248 usaha yang terdiri dari industri kayu dan logam dasar. Sedangkan untuk industri sedang dan besar di daerah itu pada tahun yang sama terdapat 59 perusahaan industri kayu, tekstil, barang galian bukan logam, perusahaan pakaian jadi, perusahaan kimia dan barang dari bahan kimia, perusahaan makanan dan industri pengolahan. (WDY)
Pewarta: Dewa Wiguna Editor: Edy M Yakub COPYRIGHT © ANTARA 2017

Equity Finance Kucurkan Rp300 Miliar Bantu Pembiayaan Masyarakat

Presiden Direktur PT Equity Finance Indonesia Hartono Gandasutedja mengungkapkan secara Nasional, pihaknya menganggarkan dana pinjaman hingga Rp660 miliar. Hingga semester I 2017, Equity Finance Indonesia sudah mengucurkan pinjaman dana sekitar Rp300 miliar.

“Hingga Juni 2017, kami sudah memberikan pinjaman dana sekitar Rp300 miliar,” katanya kepada wartawan di Bandung, belum lama ini.

Hartono mengaku optimis untuk ikut serta menjadi salah satu instrumen penggerak ekonomi bangsa melalui kegiatan usaha yang ada yaitu pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja dan pembiayaan multi guna untuk menuju tahapan masyarakat Indonesia yang lebih baik dan sejahtera.

“Untuk itu, kami terus mengembangkan inovasi terbaru dan juga memberi layanan yang terbaik untuk seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Hartono

Selanjutnya, kota Bandung dipilih menjadi salah satu lokasi peluncuran program Small Medium Enterprise (SME) dan Multipurpose Financing. Hingga Juni 2017. Pasalnya, Ibu kota Jawa Barat ini mempunyai potensi akan berbagai macam sektor usaha yang bagus pada sektor UKM.

Hal itu sejalan dengan program pemerintah yang tengah gencar dalam mengembangkan industri Usaha Kecil Menengah, PT Equity Finance Indonesia menggulirkan Small Medium Enterprise (SME) dan Multipurpose Financing dengan fasilitas yang diberikan berupa proses cepat, syarat mudah, bunga kompetitif dan jangka waktu pinjaman yang lebih lama.

“Kita mendukung program pemerintah dalam mengembangkan UKM. Kita pilih Bandung karena memiliki potensi besar di sektor UKM. Sebelumnya di Kota Denpasar,”ujar Hartoni

Multipurpose Financing ini juga bisa menjadi sarana masyarakat untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan yang ada seperti biaya sekolah, pernikahan, renovasi rumah, traveling dan sebagainya.

“Selain membantu pembiayaan UKM, kebutuhan masyarakat dalam pembiayaan lain pun bisa terpenuhi,”tuturnya

Hartono mengungkapkan persyaratan pada proses pinjaman, masyarakat hanya menyerahkan jaminan BPKB kendaraan.

“Tentu semuanya kita berpatokan pada prinsip kehati-hatian. Jaminannya surat kendaraan. Kita pastikan prosesnya selama dua hari,” pungkasnya.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Vicky Fadil
Foto: Rahmat Saepulloh